Bingung Beli Kamera Bekas ? – Ini Dia Tips dan Triknya Agar Dapat Kamera Bekas dengan Rasa “Baru”.

Tips Membeli Kamera Bekas

Untuk mahasiswa seperti saya, tentu akan berfikir dua kali ketika memutuskan untuk membeli perlengkapan penunjang fotografi seperti lensa, tripod, dan teman-temannya dan lebih memilih kamera bekas (setelah sebelumnya membaca Tips Membeli Kamera Bekas ala tentangfotografi.com hehehe). Mengapa? Yap, alasannya adalah budget yang terbatas.

Untuk menghemat pengeluaran, selain menggunakan trik “DIY (Do It Yourself)” diatas, kita juga bisa menggunakan tips “Menghemat Pengeluaran untuk Membeli Peralatan Fotografi” ini.

Baca juga tips dan trik fotografi lainnya yang sudah saya buat khusus untuk anda, beberapa artikel yang akan memberikan manfaat untuk anda adalah Tips mengatur kamera DSLR menggunakan smartphone android, tips memotret makanan alias Food Photography,Ā  dan Tips memotret banyak objek agar fokusnya terlihat merata. Semuanya sudah saya sajikan untuk anda hehe, jangan lupa Share jika bermanfaat dan anda suka 🙂

Langsung saja kita bahas Tips Membeli Kamera Bekas nya, untuk anda fotografer dengan budget yang masih terbatas seperti saya. Anda bisa tetap eksis di dunia fotografi dengan beberapa tips keren dibawah ini :

Membeli Peralatan dengan Gelar 2nd ? Its Okay !

Memang barang yang bertitel “Baru” lebih terjamin kualitasnya, lebih meyakinkan saat digunakan, karena memang itu belum ada yang memakai sebelumnya. Tapi pikirkan barang 2nd dengan kualitas sejajar, hemat biaya dan anda akan tetap merasakan performa yang tidak kalah bagus dari sebuah barang dengan gelar “Baru”.

Apapun barang yang akan anda beli, mulai dari kamera sampai peralatan penunjangnya jika kebetulan budget anda masih terbatas maka tidak ada salahnya membeli barang yang titelnya “2nd-hand” alias tangan kedua.

Dengan catatan : anda pastikan barang yang anda beli tersebut memiliki kualitas yang baik, minim minus, dan harganya pas di dompet. Perhatikan kelengkapan seperti box, buku-buku dan kelengkapan lainnya (jika anda akan membeli kamera), yang paling penting pastikan barang yang akan anda beli “Berfungsi dengan baik”

Berikut ini adalah Tips Membeli Kamera Bekas :

#1. Lihat harga kamera 2ndhand di pasaran – Anda bisa mengecek harga kamera incaran anda di beberapa online shop ternama. Bandingkan harganya dan bijaklah dalam memilih ! Jangan tergiur dengan harga miring, sekali lagi “Jangan!”

Kamera atau lensa yang bagus memiliki harga yang “wajar” alias tidak terlalu murah ! Banyak oknum nakal yang menjual barang rusak alias tidak layak pakai dengan iming-iming harga yang murah. Jangan sampai tertipu !

Lihat harga kamera bekas yang anda incar di berbagai sumber, bandingkan dan ambil yang terbaik šŸ™‚ Cari kamera bekas yang mudah dalam proses transaksinya (bisa COD) , dan penjualnya bisa dipercaya. Ini adalah salah satu tips membeli kamera bekas agar anda tidak kemahalan ketika meminang sebuah kamera bekas

Jangan lupakan untuk mencoba dan memastikan kamera terkait berfungsi dengan lancar.

#2. PastikanĀ  Body Kamera Utuh dan Minim Minus ! – Membeli kamera bekas adalah beresiko, kita tidak tahu apakah kamera tersebut pernah “Rusak” , masuk ruang servis, ataupun kondisi minus lainnya.

Untuk meminimalisir kesalahan dalam membeli, anda bisa menilai kamera apakah “Layak” atau “Tidak” dengan memperhatikan kondisi fisiknya. Pastikan body kamera tersebut minim goresan, baret, dan lecet karena kemungkinan kamera tersebut pernah terjatuh berulang-ulang jika memiliki baret yang banyak.

Tips Membeli Kamera Bekas

Kemudian anda harus memastikan body kamera tersebut utuh, tidak ada part / bagian yang hilang. Biasanya bagian yang rawan hilang / rusak adalah bagian karet pada body kamera.

Pastikan bagian karet tersebut utuh dan bisa menutup dengan rapat

#3. Perhatikan Juga “Calon” Lensa Kamera Anda.

Sama seperti body kamera yang akan anda pinang,Ā  lensa juga harus anda perhatikan.Pastikan minim goresan dan yang paling penting adalah “Berfungsi dengan normal” šŸ™‚

Selain goresan,Ā  perhatikan juga jamur pada lensa. Pastikan tidak ada jamur yang menempel pada lensa (perhatikan kedua bagian lensa, baik bagian depan dan belakang)

Tes lensa apakah berfungsi dengan normal / tidak. Fitur autofokus, zoom, dan VR (Fitur pada Nikon) berfungsi dengan baik. Kerapatan karet lensa juga perlu anda perhatikan karena karet lensa yang masih rapat dan menempel bisa menjadi jaminan bahwa lensa tersebut belum pernah masuk ruang servis.

Berkaca dari pengalaman saya ketika membeli kamera 2nd, karet lensa yang saya beli ternyata kendor. Awalnya saya pikir tidak masalah, tetapi setelah saya perhatikan lebih lanjut ternyata lensa tersebut ada bekas “servis berat”.

Body lensa adal bekas perekat (berarti lensa tersebut pernah retak), meskipun semua fitur berfungsi dengan “Normal” seperti autofokus, VR, dan zoom namun tampilan lensa yang memiliki karet kendur tetap kurang enak dilihat. Pastikan lensa yang akan anda pinang memiliki kondisi yang baik dan tetap berfungsi normal

#4. Jangan lupa untuk mengecek Shutter Count kameranya, pastikan dibawah 30.000 !

Untuk Lebih Menghemat Budget, Buat “Gear” Anda Sendiri ! Do It Yourself !

Ini adalah Tips tambahan untuk artikel Tips Membeli Kamera Bekas, membeli gear fotografi berarti anda menggunakan dana dalam dompet untuk meminang gear dengan gelar “NEW” akan tetapi jika budget anda masih terbatas anda bisa menggunakan “Gear Buatan”. What? anda tidak salah baca, gear buatan disini adalah peralatan penunjang fotografi yang anda buat sendiri alias “handmade”.

Gear buatan ini bisa anda buat dari perkakas yang mudah dijumpai, seperti selotip/perekat, kertas, kardus, dan lainnya. Berikut ini adalah beberapa gear yang bisa anda buat sendiri :

Flash Diffuser

Light Box, dan

Trip

Baca selengkapnya mengenai cara membuat peralatan pendukung fotografi dengan menggunakan perkakas sehari-hari dalam artikel khsus berjudul
5 Trik “DIY Fotografi” Ini Akan Menghemat Budget Anda Hingga Jutaan Rupiah! “

Setelah Beli Kamera, Jangan Lupa Pelajari Mode-Mode yang Tersedia Pada Kamera Anda.

Dalam setiap brand alias merk kamera, dial mode memiliki desain yang berbeda-beda namun intinya tetap sama. Berikut beberapa desain dial mode dari brand-brand ternama :

Tips Membeli Kamera Bekas

Banyak fotografer pemula dengan budget lebih yang memiliki kamera super canggih dan gear pendukung yang memadai namun belum bisa menghasilkan karya fotografi yang maksimal. Alasannya sederhana, banyak yang belum bisa menggunakan fasilitas dalam kamera seccara maksimal.

Seperti menggunakan “Aperture Priority”, “Shutter Speed Priority”, dan Mode lainnya. Kebanyakan lebih menyukai menggunakan mode AUTO karena dinilai lebih praktis. Memang mode tersebut dirancang untuk memudahkan anda dalam memotret, namun untuk tahap selanjutnya anda harus bisa menguasai semua mode yang tersedia.

Akan sangat disayangkan jika sudah menginvestasikan uang jutaan rupiah untuk sebuah kamera namun tidak menguasainya. Nah meskipun budget terbatas namun karya fotografi yang kita hasilkan haruslah “Spektakuler” salah satu caranya adalah memaksimalkan fungsi kamera yang kita gunakan.

Tidak apa-apa bekas, kamera saya juga bekas kok hehehe. Itu sebabnya saya menulis artikel Tips Membeli Kamera Bekas ini šŸ™‚

Agar hasil foto menjadi maksimal, kita harus paham cara menggunakan berbagai mode yang tersedia di dial button. Nah dalam dial button tersedia banyak mode yang bisa anda gunakan, seperti Mode : Aperture, Shutter Speed, dan sering-seringlah mengasah ilmu yang sudah anda kuasai.

Berikut adalah beberapa gambaran kasar mengebai Aperture mode dan Shutter Speed :

Aperture Mode – Salah satu fungsi dari mode ini digunakan ketika anda ingin membuat sebuah foto dengan latar belakang yang blur, aperture mode ini membuat anda memiliki kontrol penuh terhadap bidang yang ingin anda buat tajam / anda inginkan menjadi blur.

Shutter Speed -Mode ini dipakai ketika anda akan membekukan gerakan, memotret objek yang bergerak cepat, dan ketika anda ingin membuat sebuah foto dengan efek blur. (menggunakan shutter speed rendah)

Selain aperture priority dan shutter speed priority, dalam dial mode juga tersedia mode lain yang disesuaikan dengan kondisi memotret yang disebut “Scene Mode”.

Seperti landscape, makro, sport, dan potrait semuanya ditandai dengan gambar sedangkan untuk mode Manual, Aperture Priority, dan lainnya ditandai dengan Huruf (M, A, S, dan P). Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai habis, jangan lupa untuk share !


Jangan lupa bergabung dengan komunitas pecinta fotografi terbaik di facebook ya subs ! Jadilah bagian dariĀ 3.500 lebihĀ orang-orang yang antusias dengan fotografiĀ 🙂Ā Admin sediakan konten-konten terbaik untuk kamu semua !

BERGABUNG SEKARANG (100% GRATIS)