Slow Sync Flash dalam Fotografi

Halo guys ! Terimakasih banyak sudah setia dengan blog tentangfotografi.com 🙂

Partisipasi anda adalah semangat bagi saya agar tetap menulis konten-konten menarik. Terimakasih banyak !

Slow sync flash, hhmmm mendengarnya saja sudah seram ya hehe 🙂

Tapi tenang saja, belajar “SSF” (Slow Sync Flash) tidak se-menyeram-kan namanya.

Nyatanya teknik ini sederhana loh guys ! Tapi powerfull 🙂

Seperti apa sebenarnya “Slow Sync Flash” ini ? Mari kita ulas 🙂

Pengertian Slow Sync Flash

Slow sync flash pada dasarnya adalah teknik memotret menggunakan kecepatan shutter yang rendah ditambah kilatan cahaya dari lampu flash.

Mengapa harus ditambahkan kilatan dari lampu flash ? Fungsi dari flash ini adalah untuk membuat gambar / hasil terlihat lebih tajam.

Sumber Gambar

Yang menarik adalah, Objek utama (misalnya model) akan selalu terlihat jelas jika dalam posisi diam, namun background / latar belakang bisa kita atur menjadi “motion” dengan memberikan gerakan-gerakan sewaktu proses “Slow Sync Flash” dilakukan.

Ada 2 opsi yang bisa kita pilih ketika akan melakukan “Slow Sync Flash”, yaitu :

  1. Menembakkan flash di awal (Front Curtain)
  2. Menembakkan flash di akhir (Rear Curtain)

Tentunya kedua opsi ini akan memberikan hasil yang berbeda. Lebih jelasnya coba perhatikan ilustrasi dibawah ini :

Sumber Gambar

Kapan Saat yang Tepat untuk Melakukan “SSF” ?

Teknik “SSF” alias Slow Sync Flash akan berguna ketika kita memakainya pada 2 kondisi berikut : Kondisi minim cahaya (Poor Light) dan saat memotret pergerakan yang cepat.

Pergerakan yang cepat jika ditangkap menggunakan “Shutter Speed” rendah maka akan memberikan efek “motion” persis saat kita melukis cahaya, dan kondisi yang minim cahaya akan terbantu dengan tembakan cahaya dari lampu flash.

Hhhmm sejauh ini sudah paham kan guys apa itu “SSF” ? 🙂 Mari kita bahas lebih lanjut !

Kondisi kurang cahaya / Poor Light 

Kondisi ini adalah salah satu kondisi dimana fotografer dihadapkan pada 2 pilihan :

  1. Memotret menggunakan flash agar objek jelas namun background gelap, atau
  2. Memotret menggunakan Shutter Speed rendah agar background jelas namun objek blur

Nah, dengan menggunakan “Slow Sync Flash” kita akan menggabungkan sisi positif dari keduanya, yaitu objek yang jelas, dan background yang terang !

Mengabadikan momen dengan pergerakan yang cepat

Mengapa SSF cocok untuk mengabadikan momen dengan pergerakan cepat ? Karena teknik ini akan memberikan efek “motion” alias pergerakan.

Tentunya dengan background terang dan objek utama yang terlihat tajam !

Menarik bukan ? Hehehe 🙂

Peralatan Pendukung SSF

Selalu bawa sahabat berkaki 3 anda !

Dalam setiap teknik fotografi yang menggunakan shutter speed rendah, selalu disarankan untuk menggunakan tripod agar gambar lebih tajam dan tangan teman-teman tidak pegal hehehe 🙂

Namun tripod seperti apa yang bagus mas ? Silahkan dipelajari disini guys !

Memilih tripod sesuai kebutuhan sangat penting loh ! Jangan sampai teman-teman membeli tripod jutaan rupiah namun sama sekali tidak pernah menggunakan fitur-fitur yang disediakan.

Akan lebih baik dengan flash eksternal 

Sebenarnya menggunakan lampu flash bawaan kamera kesayanga saja sudah cukup untuk melakukan teknik SSF, namun kemampuannya terbatas. Akan lebih baik jika menggunakan flash eksternal.

Mengapa ?

Karena cahaya yang ditembakkan memiliki intensitas yang lebih besar daripada cahaya dari flash bawaan kamera. Ini hanya opsional loh guys ! Tidak harus 🙂

Bagaimana Cara Melakukan Teknik SSF ?

Sebelum mulai memotret menggunakan teknik “Slow Sync Flash”, teman-teman harus :

Menyetting terlebih dahulu kamera kesayangan

Settingan untuk teknik SSF tentu berbeda-beda khususnya dalam penggunaan angka shutter speed. Namun biasanya angka shutter speed yang digunakan untuk teknik ini adalah 1/4 detik sampai 1/30 detik

Coba cek pengaturan di kamera anda, cek ada fitur “Slow Sync Flash” atau tidak. Jika ada, ini akan menjadi sebuah hal positif yang bisa teman-teman manfaatkan !

Untuk nikon, coba cek video dibawah ini
 

Pasang tripod, set lokasi, dan koordinasi dengan model

Selalu bawa tripod di tas kesayangan teman-teman ya ! Meskipun terkadang tripodnya tidak digunakan, untuk teknik SSF teman-teman bisa menggunakan tripod / tangan kosong.

Set lokasi, pilih tempat dengan pencahayaan dari lampu-lampu seperti di pasar malam, wahana bermain, atau di jalanan dengan lalu lintas yang tidak terlalu ramai. Tempat-tempat tersebut memberikan pencahayaan yang bagus untuk membuat efek “motion” karena memang cahayanya bergerak-gerak 🙂

Koordinasi, merundingkan gaya, dan merundingkan hal teknis dengan model adalah hal yang sangat penting. Khusus untuk teknik SSC, teman-teman harus meminta model agar tidak bergerak-gerak  saat proses pemotretan berlangsung, biarkan background-nya saja yang bergerak dinamis.

Eksekusi !

Lakukan pemotretan sesuai rencana awal, apakah mau menggunakan “Front Curtain” atau “Rear Curtain“, pastikan kamera tidak terguncang ya guys (Jika teman-teman memotret tanpa tripod, gunakan salah satu dari teknik meredam guncangan lensa).

Download Versi Ebook-nya disini guys !


BERGABUNG

Suka konten fotografi? Disini tempatnya ! Bergabung sekarang juga bersama 2.500+ orang yang memiliki passion yang sama dengan anda ! Mereka yang tertarik dengan fotografi berkumpul disini 🙂 Mari bergabung !

Memahami “Slow Sync Flash”

2 gagasan untuk “Memahami “Slow Sync Flash”

  • September 23, 2017 pukul 7:12 pm
    Permalink

    401589 69123This sort of wanting to come to a difference in her or his lifestyle, initial usually Los angeles Excess weight weightloss scheme is really a large running in as it reached that strive. weight loss 730896

  • September 26, 2017 pukul 11:41 am
    Permalink

    994390 598637Should you tow a definite caravan nor van movie trailer your entire family pretty soon get exposed towards the down sides towards preventing finest securely region. awnings 324552

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.