Menjadi seorang “Photography Enthusiast” alias orang yang menyukai fotografi memang menyenangkan, apalagi anda memiliki skill fotografi yang lumayan.

Tapi tentu saja ada hambatannya atau kita sebut saja “Resiko menjadi fotografer”.

Dibilang pro sih belum tapi hasil foto anda lumayan lah untuk membuat orang kagum dan minta difotoin, apalagi jika yang kita pegang adalah kamera Mirrorless atau kamera tanpa layar alias SONY QX Series.

Baca juga artikel terkait : Review Kamera Tanpa Layar – Sony QX Series

Skill yang anda miliki kadang bermanfaat bagi banyak orang sehingga sering dipercaya sebagai juru potret alias seksi dokumentasi sebuah acara. Otomatis anda pun menjadi fotografer dadakan padahal awalnya hanya suka saja.

Nah seiring skill anda yang lumayan, tidak jarang juga anda akan mendapatkan request dan job dadakan.Diminta memotretkan teman contohnya, ini yang saya alami ketika menjadi seksi dokumentasi dalam sebuah acara kampus.

“Eh fotoin kita dong, yang bagus ya !”
“Sini foto-fotoin kita dong mas !”
“Mas, tukang foto ya? Fotoin dong!”

Dan macam-macam lagi request aneh dari teman dan adik tingkat yang eksis dan memiliki banyak follower, dengan harapan mendapatkan like yang banyak dan komen “cantik ih” biasanya mereka meminta bantuan fotografer dadakan.

Nah, jika anda bernasib sama seperti saya mungkin anda juga akan mendapatkan masalah yang sama seperti dibawah ini :

Sakit pinggang ringan karena tiarap, jongkok, dan pose aneh lainnya

Resiko Fotografer

via : pinterest

Demi mendapatkan angle yang bagus, seorang fotografer harus rela tiarap, berguling, dan jongkok dalam waktu yang lama. Inilah salah satu seni dari fotografi (katanya), apakah anda setuju?

Hal ini juga berlaku ketika anda diminta menjadi fotografer dadakan dalam sebuah acara, pose-pose aneh harus anda lakukan demi mendapatkan hasil yang diinginkan.

Sebenarnya sekarang anda tidak perlu berguling-guling untuk mendapatkan angle rendah, karena banyak kamera yang sudah dilengkapi “tilt screen” beredar di pasaran.

Dengan fitur “tilt screen” anda tidak usah bersusah payah lagi ketika akan mengambil angle rendah. Namun kamera dengan fitur ini memang memiliki harga yang lumayan menguras kantong, bijaklah dalam memilih ! 🙂

Protes massal karena dituduh buat gendut pipi orang

“Ih kok gendut sih mas? ulang ah ulang”
“Ih kok aku gendutan, mas fotoin ulang ah pokoknya jangan gendut!”

Saya sebagai orang dibalik kamera hanya bisa mengangguk dan memotret ulang, berbagai angle saya coba agar mendapatkan hasil pipi kecil dan dagu tirus. Setelah pegal, dan baterai kamera terkuras setengahnya akhirnya komentar manis terlontar dari si model :

“Nah cantik-cantik, bagus nih tar kirimin ya mas! Makasih loh”

Yah begitulah fotografer dadakan, harus bersusah payah mencari angle biar hasilnya maksimal. Saya pikir ini dialami semua fotografer dadakan, apakah anda juga mengalaminya?

Sidang Kelulusan? Siap-Siap Banjir Order!

Badan langsing dan pipi tirus adalah tanggungjawab fotografer 🙁

Belum lagi jika ada acara sidang biasanya “mbak-mbak hits” suka minta difotoin 🙁 Gapapa sih kalo cuma minta difotoin, lah ini banyak maunya hehehe.

Minta editin sampai minta softfile yang siap upload instagram sudah jadi hal biasa. Tetapi itu masih biasa, apakah anda tahu yang terparah?

Yap ! Ingin terlihat langsung di foto adalah yang utama ! Aduh ada-ada saja hehe 🙂

Migrain karena terlalu sering melihat view finder

Untuk anda pengguna Nikon D3000 seperti saya pasti pernah mengalami hal ini, yah sakit kepala ringan biasanya jadi teman anda ketika diminta menjadi fotografer dadakan.

Nikon D3000 memang tidak dilengkapi fitur Live Preview sehingga untuk melihat objek, anda harus menggunakan view finder sebagai jalan satu-satunya.

Jika melihat lewat view finder cuma 5-10 kali sih tidak masalah, namun bagaimana jika puluhan kali? lumayan sakit juga kan. Apalagi model anda rewel soal pipi yang gemukan dan dagu yang kurang tirus.

Pernah mengalaminya? 🙂

 Kebanjiran order edit foto dari selebgram

Selebgram alias selebritis instagram biasanya akan meneror anda ketika hasil fotonya bagus, tidak jarang mereka akan menghubungi anda berulang-ulang menanyakan foto mereka karena akan diupload ke Instagram.

Satu hal yang memang tidak diketahui banyak orang, bahwa mengedit foto menggunakan software seperti Adobe Light Room itu membutuhkan waktu yang cukup panjang apalagi jumlah foto yang anda edit berjumlah puluhan.

Setelah selesai mengedit dan anda mengirimkan hasil kerja anda pada si selebgram, hadiah yang akan anda dapatkan adalah TAG dengan caption “Taken by: . . . ” sudah itu saja hehehe 🙂

Selebgram biasanya menggunakan cara-cara khusus untuk mendapatkan Like yang banyak di Instagram, Salah satu caranya adalah menggunakan #hashtag dan perhitungkan waktu (Ternyata Instagram ada jam ramenya loh!)

Baca artikel terkait : Tingkatkan like di Instagram dengan memperhitungkan waktu posting !


BERGABUNG

Suka konten fotografi? Disini tempatnya ! Bergabung sekarang juga bersama 2.500+ orang yang memiliki passion yang sama dengan anda ! Mereka yang tertarik dengan fotografi berkumpul disini 🙂 Mari bergabung !

Yakin Mau Jadi Fotografer? Pikirkan Dulu 3+1 Resiko Ini !