Cara Mengatur White Balance

Apakah anda bingung cara mengatur White Balance? Jangan khawatir, dalam artikel ini saya akan menjelaskan dengan rinci apa saja yang harus anda ketahui soal WB dan bagaimana cara menggunakannya

Istilah Shutter Speed, Depth of Field, dan khususnya White Balance sangat erat kaitannya jika kita belajar fotografi, pada artikel ini kita akan membahas WB alias White Balance. Memang kata WB kata ini sering digunakan oleh banyak sekali fotografer baik pro maupun pemula. Saya juga sering mendengar banyak pertanyaan terkait WB/White balance ini, kira-kira pertanyaan umumnya seperti ini :

  • Apa sih white balance itu?
  • Apa sih jenis dan fungsi white balance?
  • Apa sih kegunaan white balance?
  • Bagaimana cara penggunaan white balance?
  • Cara mengatur white balance tuh gimana ya?

Semua pertanyaan diatas akan kita selesaikan dalam artikel ini, tapi sebelum mulai menyelesaikan semua pertanyaan tersebut anda harus menyiapkan catatan terlebih dahulu agar anda bisa mencatat apa saja hal penting dalam artikel ini. Baca juga artikel mengenai ISO pada kamera ya guys, istilah satu sama lainnya saling berhubungan loh !

Foto dengan keseimbangan warna yang baik khususnya white balance akan terlihat lebih menarik, jika anda memiliki foto yang keren & berkarakter mengapa tidak coba menjualnya?

Di shutterstock.com teman-teman bisa menjual karya fotografi dengan bayaran yang mahal, Menurut informasi, penghasilan dari shutterstock berkisar antara antara $0,25 sampai $28 per penjualan.

Wow, menarik ya? o,25 dollar jika dikonversikan ke mata uang rupiah berarti Rp. 3.328,78 sedangkan maksimalnya yaitu $28 atau setara dengan 372.899,02 rupiah.

Tertarik menjadi kontributor shutterstock.com ? Pelajari caranya disini 🙂

PENGERTIAN WHITE BALANCE PADA DUNIA FOTOGRAFI

Sebelum kita masuk pada Cara Mengatur White Balance, terlebih dahulu kita harus tahu pengertian dari WB / White Balance itu sendiri. Menurut website resmi SONY,

White Balance adalah fungsi untuk membuat hal-hal berwarna putih tampak putih dalam fotografi dengan memgkompensasi pengaruh warna cahaya di bawah lingkungan pengambilan gambar. Cahaya berbeda memiliki warna dan karakteristik berbeda.

Masih bingung? Tenang, anda akan mengerti tentang WB dalam waktu 2-3 menit kedepan.

Singkatnya WB adalah kemampuan kamera dalam membaca,mengatur, dan menyesuaikan temperatur warna berdasarkan cahaya yang diterima oleh sensor kamera sehingga warna asli dan warna pada hasil foto sama/sesuai.

(warna putih terlihat putih, merah terlihat merah, kuning akan tetap terlihat kuning, dan seterusnya.)

White balance ditujukan untuk kondisi seperti ini :

Ketika kita sedang memotret di dalam ruangan dengan pencahayaan bersumber dari lampu pijar /  bohlam, hasil foto akan terlihat kekuning-kuningan sehingga warna asli dari objek akan sedikit berbeda dengan apa yang ditampilkan di monitor kamera.

Untuk menetralisir hal ini maka dibutuhkan white balance, tepatnya WP preset Incandescent

(Disimbolkan dengan bentuk lampu bola lampu / bohlam)

PENGGUNAAN WHITE BALANCE

Mengutip dari website Tap Camera, white balance memiliki banyak pilihan yang bisa kita gunakan. Perhatikan gambar berikut :

Cara Mengatur White Balance

Sumber Gamber

Dapatkan CS lain dengan bergabung di GRUP khusus SUBSCRIBER 🙂 Konten Chetasheet yang memudahkan anda memilih lensa yang sesuai dengan jenis fotografi sudah saya siapkan dan siap untuk di download hehe ! Yuk bergabung guys 🙂


 

Bergabung sekarang juga !


Penjelasan gambar diatas sekaligus menjadi panduan kita dalam menggunakan WB / panduan Cara Mengatur White Balance, foto diatas memberikan kita gambaran efek seperti apa yang diberikan oleh WB ketika kita melakukan pemotretan diluar ruangan (karena ada beberapa preset WB yang ditujukan untuk didalam ruangan/indoor sehingga ketika kita menggunakannya diluar ruangan/outdoor akan memberikan sebuah efek / nuansa warna tertentu).

Perhatikan gambar diatas, satuan temperatur yang digunakan adalah Kelvin (K) sehingga temperatur warna dinyatakan dalam bentuk 2000K, 3000K, dan seterusnya.

Berikut penjelasan detail mengenai gambar diatas sekaligus panduan untuk anda dalam menggunakan WB.

  • Incandescent : Preset ini memberikan nuansa kebiru-biruan pada foto anda nantinya jika digunakan diluar ruangan, dan akan menetralkan warna pada saat anda memotret didalam ruangan dengan sumber pencahayaan dari bohlam. Menurut gambar diatas efek Incandescent ini digunakan pada temperatur 3.000 Kelvin (K).

Kita sebaiknya menggunakan efek Incandescent ini pada saat memotret didalam ruangan dengan sumber pencahayaan dari bola lampu (bohlam). Why? karena sinar bohlam yang kekuning-kuningan akan dibuat netral oleh efek Incandescent ini. Seperti yang sudah saya utarakan tadi, efek ini akan memberikan nuansa kebiru-biruan jika digunakan diluar ruangan.

  • Standard Flourescent : Preset ini memberikan anda nuansa ungu yang lembut pada hasil foto jika digunakan diluar ruangan, dan akan menetralkan warna jika digunakan didalam ruangan dengan sumber pencahayaan lampu neon.

Dalam sebuah artikel di website fotografi internasional bernama digitalcameraworld.com dikatakan bahwa kita perlu melakukan trial and error dalam menggunakan WB, setiap kamera memberikan hasil yang berbeda pada efek WB.

Kita bisa menggunakan efek ini ketika memotret didalam ruangan dengan sumber pencahayaan dari lampu neon. Lampu neon terkadang memberikan efek “putih” yang berlebihan pada hasil foto, untuk menetralkan hal tersebut kita bisa menggunakan WB pada preset Flourescent.

  • Direct Sunlight (Nama preset ini dalam beberapa kamera  dikenal juga sebagai “Daylight”) : Preset ini memberikan anda penetralan cahaya yang berlebihan dari matahari, preset ini memang ditujukan untuk aktivitas fotografi diluar ruangan.

Penggunaan preset ini sebaiknya digunakan diluar ruangan/outdoor, cahaya matahari yang berlebihan akan dinetralkan oleh WB Direct Sunlight sehingga hasil yang ditampilkan jauh lebih bagus daripada kita menggunakan mode automatis / AUTO.

  • Flash : Sesuai namanya, kita menggunakan preset ini pada saat kita menggunakan pencahayaan tambahan dari flash. Cahaya flash yang dihasilkan akan menerangi objek dan hasil foto terlihat lebih terang, namun terkadang cahyaa flash ini membuat terllau banyak nuansa putih sehingga warna tampak pudar.

Preset WB Flash ini akan membantu mengembalikan warna asli dari objek, itu sebabnya kita harus menggunakan preset WB Flash pada saat memotret menggunakan Flash.

  • Cloudly : Preset ini tidak berbeda dengan preset sebelumnya, sesuai namanya “Cloudly” maka WB ini digunakan ketika cuaca sedang berawan, anda akan sering menggunakan preset ini jika anda adalah seorang yang suka pemotretan luar ruangan/outdoor.
  • Shade : ini adalah preset White Blance yang terakhir, ini digunakan ketika anda memotret didalam bayangan dari sebuah objek, WB ini juga bisa anda gunakan ketika memotret didalam ruangan / indoor pada siang hari.

Setiap preset dari WB ditujukan untuk kondisi tertentu, kita harus bisa menyesuaikan kondisi dengan pengaturan preset WB agar mendapatkan hasil yang sesuai ekspektasi.

Oiya, selain membuat artikel Cara Mengatur White Balance saya juga membuat artikel Panduan Menjadi Fotografer Professional dalam 7 Langkah Praktis yang Alhamdulillah mendapatkan banyak sekali SHARE dari teman-teman di sosial media.

Jumlah SHARE-nya mencapai 1,1 K atau seribu lebih menurut analisa SUMO ME. Jangan lupa luangkan waktu untuk membacanya ya guys !

CARA MENGATUR WHITE BALANCE

SECARA MANUAL

Cara Mengatur White Balance dengan teknik manual adalah sesuatu yang layak dicoba bagi fotografer yang senang dengan hal-hal custom, sekarang pada bagian ketiga dalam artikel ini kita akan membahas cara mengatur WB secara manual dengan bantuan media “Kertas HVS”.

Siapkan dahulu kertas HVS/kertas polos untuk membantu anda dalam mengatur WB secara manual.

Cara Mengatur White Balance Secara Manual

(Saya ambil sampel pada Nikon D3100)

  • Ubah pengaturan WB anda ke custom di menu White Balance -> PRE / Preset Manual, menu custom ini berada diurutan paling bawah.
  • Pilih menu “Measure”, nanti akan muncul tulisan “overwrite existing data?” pilih saja “no“.
  • Tempatkan kertas HVS tadi ditempat yang dirasa mendapatkan penyinaran yang cukup.
  • Bidik kertas HVS tadi sehingga memenuhi seluruh frame dari kamera.
Measure Menu Pada Kamera
Gambar ini saya dapatkan dari sebuah website bernama dummies.com

Sumber Gambar

  • Foto kertas HVS tadi, daaaan selesai! Kini pengaturan white-balance kamera anda sudah diatur dengan mode manual 🙂

Itulah yang perlu kita ketahui tentang White Balance, apa anda mengerti? Saya yakin anda bisa mengerti dan bisa langsung mempraktekan ilmu yang kita dapat dari artikel ini.

Jangan lupa untuk SHARE halaman ini ke teman anda yang tertarik dengan dunia fotografi & ingin belajar fotografi dengan cara yang berbeda! sekaligus tunjukan pada teman-teman anda bahwa belajar fotografi itu tidak sesulit yang orang katakan!

Cara Mengatur White Balance dengan Mudah !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.